Jumat, 07 Februari 2014

Catatan Keci Fiksi

Sore itu, seperti biasa adalah tugasku untuk menjemput pacarku di salah satu stasiun yang berada di bekasi.
ya, Bekasi adalah salah satu kota yang ku tempati sekarang ini.. aku berada disini karna sebuah pekerjaan begitu pula dengan nya. Bekasi kota yang menyenangkan tetapi juga menjadi kota yang sibuk. Sore itu cuaca di bekasi tidaklah terlalu baik untuk pergi keluar rumah,hujan deras yang sudah berlangsung sehari semalam tak kunjung ingin berhenti ,awan mendung selalu mengelanjuti langit,seakan tak ingin berpisah, jalan - jalan bahkan sudah tergenang oleh air begitu pula jalan ke arah stasiun.

"aku sudah turun " itulah pesan singkat yang sempat aku baca ketika akan berangkat
" oke.tunggu di stasiun " jawabku singkat

tak lama,hanya 10 menit kira-kira aku telah sampai di stasiun tempat dimana dia menungguku,dengan berbekal jas hujan serta motor kesayanganku, tak kuhiraukan hujan yang terus turun.

aku merindukannya. itulah yang ada dipikiranku saat itu...

aku memarkirkan motor ku segaja tepat berada di depan pintu keluar, supaya lebih gampang dan tak terlalu jauh.
aku sudah melihatnya, sosok laki-laki sedang berjongkok sambil memegang handphone kecil putih dan tas hitam miliknya. rasa senang mulai merayap ke hatiku.
tak perlu menunggu lama,aku langsung menghampirinya.menyapanya dan bertanya keadaannya.

"aku ngantuk,sek" kata dia..
aku hanya mampu tersenyum sambil mengusap kepalanya.. ya,aku sudah melihatnya tergambar jelas diwajahnya.dia lelah..  rasa nya ingin sekali setelah itu aku langsung membawanya ke tempat tinggalku tapi sayang hujan makin deras dan karna saat itu aku hanya membawa satu jas hujan yang kupakai sendiri, akhirnya kamipun menunggu berama orang-orang di stasiun itu...

menunggu membuatku cepat bosan, hujan yang kian lama kian deras sempat membuatku merasa kecewa.akhirnya ku alihkan pandangan ku terhadap sekelompok anak laki-laki basah kuyup pembawa payung, saling tertawa lepas, bersaut sautan meneriakan "payung buk,pak..payungnya" ya,merekalah si ojek payung itu..
menawarkan jasa mereka untuk mengantar "kami" yang ingin keluar menuju ke angkutan umum.aku melihat dan mengamati mereka..mereka terlihat senang,tanpa beban,bersenda gurau saling berlarian menjemput pelanggan mereka.

saat itu muncul 2 rasa dihatiku.. yang pertama karna aku berfikir setidaknya aku lebih beruntung dari pada mereka,karna setidaknya untuk mencari uang aku tak harus seperti itu, lalu yang kedua adalah aku iri terhadap mereka karna, meski dalam keterbatasan mereka masih bisa tertawa lepas bersama teman-teman mereka,bekerja bersama-sama,bergurau dan saling membantu.. "andai bisa bersama teman teman ku tertawa lepas bersama saling berbagi kebahagian,pasti menyenangkan" ungkapku dalam hati.

ya,dulu pernah seperti itu.dulu sekali,,ketika perbedaan masih terasa menyenangkan dan ketika ucapan tak saling menyakiti. ketika kebersamaan menjadi satu satunya tujuan untuk membahagiakan,dan ketika ego masih mampu untuk diselaraskan untuk sebuah keharmonisan.. berbagi dan saling memberi bukan lah sebuah beban dan bersama bukan juga karna sebuah keterpaksaan..

"akh,rasanya menyebalkan"ungkap hatiku

kuhembuskan nafasku dan kulihat dia,sedang memandangi air yang turun dari langit, berdiri di depan ku..

Ya,hanya Dia. dan ku bersyukur atasnya..... :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar